T.H.A.N.K.S

At the end of 2009, I officially had in my hand my home key. Thanks GOD. Thanks GOD. Thanks GOD. Thanks I give also to those who've supported me. I really mean it. You all are angels.

After 3 months in construction. It's finally done. The house of mine. My own mansion. In the next 2 or 3 weeks, I'll be moving into from this 'kontrakan'.

 

Posted by Aditya Rahman 

Fading

Fading... That's what happens with life. It goes fading every seconds. Either sorrow or joy - both will be faded. It's all on us - how to get used to it - and keep on moving. Hi..hi..hi..what the hell i'm saying..

Posted by Aditya Rahman 

Not afraid to be ugly..

(download)

Posted by Aditya Rahman 

Perjuangan sebenarnya di mulai

Perjuangan gue di mulai hari kemarin. Gue akhirnya menguatkan hati, meneguhkan pilihan, pokoknya berani "habis-habisan" untuk membeli sebuah rumah idaman. Gue kemarin setor booking fees, di hari yang spesial, hari kemerdekaan RI yang ke-64. Selanjutnya, adalah menyetor uang muka.  Damn.. It's a lot of money (bagi gue). Tapi untuk rumah yang sudah memikat hati. Sepertinya layak.

Bersama kesulitan ada kemudahan. No pain no gain. Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian - bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

Yeah..mari menghibur diri.. :-)

Posted by Aditya Rahman 

Manohara: Between truth and lies

Well, that's what in my head. I'm not so sure she was physically and/or 'sexually' abused (at least until there's a statement from a doctor). I don't even trust this Malay prince (one of the reason is because he's a Malaysian..hi...hi...).

One thing for sure, this issue really kick Indonesian diplomat ass. They're sucks and definitely slow (as usual). I don't like the way they react for any issues in relation to Indonesian who life/work outside - especially with their lack of response to David's death in Singapore. Maybe ya (just maybe), this is because "bad" recruitment at Deplu. So, no wonder the results is questionnable.

Filed under  //  Current issue  
Posted by Aditya Rahman 

Lakukan saja. Jangan terlalu lama mikir.

Gue rasa konsep itu masuk akal. Apalagi buat sebagian orang yang doyan bikin 'target' tapi gak ada hasrat untuk meraihnya. Sudah banyak teori-teori yang intinya memotivasi orang untuk mencapai target yang dibuatnya. Tetapi, ketika akan meraihnya mulai timbul perasaan-perasaan negatif yang menghambat proses pencapaian tersebut.

Pertanyaannya, dari mana perasaan-perasaan negatif itu berasal? Jawabannya ya dari diri orang itu sendiri.

Salah satu penyebabnya berawal dari proses 'berpikir'. Sudah kodrat manusia untuk berpikir (kecuali bagi sebagian orang yang 'terpaksa' tidak berpikir - a.k.a gila). Berpikir sama sekali tidak salah. Justru, manusia memang harus berpikir. Kalau tidak ya seperti orang yang gue sebutin tadi. Cuma, permasalahannya ada pada kebiasaan berpikir yang terlalu lama.

Ketika kita berpikir terlalu lama, otak dan hati mulai dihinggapi perasaan-perasaan seperti:

  • takut (misalnya: takut gagal, takut rugi),
  • malu, atau
  • mules - gak dapet ide lagi gue, bisa tambahin gak?

Selanjutnya yang terjadi adalah penundaan atau malas. Dan, ketika kita mulai mencoba dari awal lagi, perasaan itu akan tetap muncul sampai akhirnya kita berani mengambil langkah atau lebih ekstrim kepepet. Kalau sudah begini, dan ternyata hasil yang kita dapat bagus. Perasaan nyesel bakal datang, kenapa gak dari dulu ya? Sering kali kekhawatiran atau kecemasan kita pada sesuatu yang akan terjadi di masa yang akan datang belum tentu terjadi. Kesimpulannya, berpikir sebelum mengerjakan sesuatu adalah suatu keharusan. Tapi, jangan terlalu lama. Cukup pikirkan beberapa poin saja:

  • Apa yang akan kita kerjakan adalah hal baik (tidak melanggar hukum Allah dan Negara, etika, norma, dan lain-lain)?
  • Apa yang akan kita kerjakan memberikan manfaat lebih bagi diri kita maupun orang lain?  

Jika jawabanya adalah Iya, maka kerjakan. Tapi jika salah satunya Tidak, maka coba kerjakan hal lain yang sama pentingnya. Soal nanti apakah hasilnya tidak bagus. Yaaa.. bilang sama diri lu sendiri: sh*ts happen, but the show must go on. :-) As Qur'an said: Kemudahan datang setelah kesulitan. Mungkin bukan sekarang waktunya.

Filed under  //  Konsep hidup  
Posted by Aditya Rahman 

Me junior

Img0006a

 

Filed under  //  Junior  
Posted by Aditya Rahman